Arief Yahya: Saya Dorong Pemda Makin Peduli Branding Pariwisata

ADALAH Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya yang mengajak pemerintah daerah dan para pelaku usaha bidang turisme untuk serius menggarap branding karena merupakan hal penting dalam mengenalkan destinasi wisata ataupun industri penunjangnya.

“Branding merupakan bentuk janji kepada konsumen atau wisatawan. Apabila branding itu direalisasikan, maka menjadi sebuah reputasi bagi daerah. Contoh, branding untuk mendongkrak Ubud. Sebuah kecamatan di Kabupaten Gianyar, Bali itu menggunakan branding Ubud: The Heart of Bali,” ujarnya.

Dikatakan, branding itu ternyata mengena karena Ubud memiliki produk, peoses dan filosofi produk yang mengutamakan alam dan budaya. Sudah tertanam dalam benak konsumen atau wisatawan bahwa Ubud menjadi The Heart of Bali.

“Ubud memang kaya akan atraksi. Ada lahan persawahan dengan sistem teras sering, Monkey Forest dan tempat-tempat art perfomance. Saya ingatkan pemda dan pelaku industri wisata bahkan branding merupakan bagian dari investasi. Jadi bukan cost. Return-nya atau branding, akan lebih besar di masa yang akan datang,” katanya.

Ditambahkannya, khusus Kabupaten Malang, saya juga mengharapkan pemerintah daerah tersebut lebih giat dalam mengembangkan potensi pariwisatanya. Karena presiden telah memutuskan Sepuluh Bali Baru, salah satunya kawasan Bromo-Tengger-Semeru. [photo special]