Mister Aladin Tambah Hotel di Asia Tenggara dan Eropa

PLATFORM Mister Aladin memperluas inventaris layanan penginapan berbentuk hotel hingga ke wilayah Asia Tenggara dan Eropa sejalan dengan perubahan tren pemesanan hotel di Indonesia.

Menurut COO Mister Aladin, Nitha Sudewo mengatakan saat ini tren liburan masyarakat telah berubah total. Penduduk Indonesia yang biasanya berlibur ke luar kota kini lebih banyak berlibur ke luar negeri, terutama ke wilayah Eropa seperti Inggris, Belanda, Jerman dan Prancis.

“Makanya inventaris hotel di kawasan tersebut akan terus kita lengkapi. Namun tentu saja inventaris hotel dalam negeri akan menjadi fokus utama kami, terutama untuk kota-kota yang paling banyak dikunjungi seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Bali,” ujarnya.

Dikatakan, semakin lengkapnya inventaris hotel yang dimiliki oleh Mister Aladin berdampak pada rata-rata nilai pemesanan hotel per pengguna yang semakin meningkat. Nilai rata-rata pemesanan per pembeli Mister Aladin naik dari Rp920.000 pada 2016 menjadi Rp1.240.000 pada 2017.

"Di usia 2 tahun ini, inventaris hotel di Mister Aladin sudah lebih dari 100.000 hotel. Nilai pemesanan per pembeli juga sudah meningkat dan ini menunjukkan bahwa masyarakat sudah lebih mempercayai Mister Aladin," katanya.

Ditambahkannya, untuk melayani kebutuhan pemesanan tiket pesawat dan paket tour, Mister Aladin juga sudah melengkapi platform miliknya dengan fitur Personal Travel Assistant (PTA). Fitur PTA tersebut dinilai telah menjadi pembeda antara Mister Aladin dengan Online Travel Agent (OTA) lainnya. Meskipun memiliki fungsi seperti hal customer service, PTA yang dihadirkan Mister Aladin ini lebih personal layaknya asisten pribadi.

"Fitur PTA ini dilayani langsung oleh manusia, bukan oleh mesin. Adanya fitur ini juga untuk menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia yang ingin selalu dimudahkan dalam urusan traveling, tidak ingin repot. Layanan ini juga bisa dimanfaatkan secara gratis," katanya. [bisnis.com/photo special]