Blibli Manfaatkan Jejak Digital untuk Sasar Konsumen

ADALAH pola kebiasaan belanja pengunjung di situsnya menjadi salah satu alat Blibli untuk menyasar konsumen.

Menurut Senior Marcomm & PR Manager Blibli Lani Rahayu mengatakan setiap jejak digital yang tertinggal di situs Blibli diolah menjadi data untuk mengklasifikasikan konsumen dan menentukan perlakuan yang akan diberikan. Jejak pencarian satu barang dengan barang lainnya yang ditelusuri pengunjung kemudian diterjemahkan sebagai karakter konsumen tersebut.

“Kami pelajari polanya yang berulang. Seorang ibu, misalnya, jika dia melihat-lihat berbagai merek popok lalu mengecek harga susu formula bayi, dan sebagainya, itu dapat kami simpulkan bahkan hingga perkirakan usia anaknya,” ujarnya.

Dikatakan, dari data yang terkumpul, Blibli memanfaatkannya untuk menentukan perlakuan terhadap konsumen tersebut. Tiap kategori konsumen akan diberikan perlakuan berbeda sesuai karakter masing-masing.

“Ketika ternyata sistem mengindentifikasi dia adalah ibu hamil, maka kami kirim newsletter yang isinya rekomendasi produk dan artikel seputar kehamilan. Blibli menggunakan sistem algoritma tertentu yang membuat produk-produk relevan akan muncul di halaman yang diakses oleh pengguna. Sistem ini dinilai ampuh untuk menjaring konsumen berbelanja lebih banyak barang,” katanya.

Ditambahkannya, meskipun begitu, konsumen tak perlu khawatir dengan keamanan data mereka karena pemetaan hanya dilakukan anonim dan tidak melibatkan data personal konsumen Blibli. Data yang sama juga dimanfaatkan untuk menyusun strategi manajemen hubungan dengan pelanggan baik secara daring maupun luring. Blibli menyediakan blog dengan isi beragam untuk memenuhi pencarian informasi yang dibutuhkan para konsumen.

“Blibli mengklaim berusaha menjadi “teman” bagi para konsumennya lewat artikel-artikel yang disediakan di kanal khusus yang bertajuk Blibli Friends. Selain artikel, kanal itu juga menyediakan review produk, forum untuk bertukar pikiran atau bertanya, dan promosi. Selain itu ada pula acara-acara luring yang diadakan Blibli. Bertemu muka, menurut Lani, penting untuk mengeratkan hubungan dengan pelanggan. Meskipun e-commerce itu online, tapi tidak semua harus dilakukan online,” ungkapnya. [bisnis.com/photo special]