You are here

Selama Liburan Okupansi Kamar Hotel di Sarangan Naik 30%

TINGKAT hunian atau okupansi hotel di kawasan wisata Telaga Sarangan yang terletak di lereng Gunung Lawu, Sarangan Kabupaten Magetan, Jatim, naik 30% dari hari biasa selama liburan sekolah.

Menurut Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Magetan, Heru Budiono seperti yang dikutip dari antaranews.com mengatakan selain meningkat dari hari biasa, okupansi hotel juga meningkat jika dibandingkan pada liburan sekolah pada tahun sebelumnya.

“Perbandingannya, jika satu hotel memiliki 10 kamar, jumlah kamar yang terisi bisa mencapai lima hingga enam kamar. Padahal pada hari biasa jumlah kamar yang terisi hanya satu hingga dua kamar,” ujarnya.

Meski tingkat hunian sedang tinggi, namun Heru memastikan hotel-hotel di kawasan wisata Telaga Sarangan, Magetan tidak akan menaikkan tarif sewa kamar.

“Kami tidak akan menaikkan tarif sewa kamar dalam musim liburan sekolah ini. Untuk mendapatkan keuntungan, kami lebih menekankan pada perbaikan pelayanan hotel, sehingga pengunjung akan betah dan kembali bertamu,” katanya.

Hotel-hotel di kawasan wisata Telaga Sarangan biasanya akan menaikkan tarif sewa kamar pada saat liburan Hari Raya Idul Fitri ataupun saat liburan Natal dan tahun baru.

Menurut dia terdapat beberapa faktor yang mendukung naiknya tingkat okupansi hotel di Sarangan selama musim liburan sekolah tahun ini. Selain nama Telaga Sarangan yang telah cukup dikenal, juga adanya tempat wisata outbond Sarangan Eco Art Village (Sevilla) yang saat ini berubah nama menjadi Kampung Pinus.

Wisata outbond ini dikelola oleh masyarakat kawasan hutan gunung lawu yang tergabung dalam Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Wonoasri. LMDH ini ingin menggali potensi hutan yang ada namun tanpa merusak hutan lindung di kawasan hutan BKPH Lawu Selatan, KPH Lawu.

Data PHRI Magetan mencatat, jumlah hotel di Kabupaten Magetan yang telah menjadi anggotanya mencapai 82 hotel. Dari jumlah tersebut, sebanyak 67 hotel di antaranya berada di kawasan wisata Telaga Sarangan. Sementara jumlah hotel yang belum menjadi anggota PHRI masih mencapai ratusan, dan sebagian besar berbentuk penginapan rumah penduduk (home stay). [photo istimewa]

 

 

 

Add new comment