PHRI Jatim Desak Pemda Tertibkan Industri Perhotelan

KALANGAN pengusaha perhotelan di Jawa Timur mendesak pemerintah daerah untuk menertibkan industri perhotelan yang semakin berkembang pesat tetapi mengakibatkan persaingan yang tidak sehat.

Menurut Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur, M. Soleh mengatakan kinerja perhotelan di Jatim semakin hari kurang membaik. Kinerja tersebut tidak sebanding dengan jumlah hotel yang terus bertambah setiap tahun.

"Akibat persaingan ini lah yang membuat sejumlah hotel menurunkan harga yang tidak sesuai dengan klasifikasinya. Misalnya hotel bintang 4 menurunkan harga seperti bintang 3. Untuk itu, PHRI Jatim mengusulkan kepada pemerintah daerah (gubernur/walikota/bupati) agar membuat regulasi yang mengatur tentang harga kamar sesuai klasifikasi atau seperti harga batas atas dan batas bawah di setiap bintang hotel,” ujarnya.

Dikatakan, kami juga beri masukkan kepada pemda supaya rumah-rumah atau kos yang dijadikan usaha hotel untuk dikenakan pajak atau diwajibkan punya izin supaya ada keadilan dalam berbisnis untuk dan untuk menjamin industri hotel itu sehat.

“Selain itu, PHRI Jatim juga mengusulkan agar tarif pajak hotel diturunkan setidaknya menjadi 5% seperti yang dilakukan industri perhotelan di negara lain seperti Singapura sehingga daya saing tetap terjaga dengan baik,” katanya. [antaranews/photo special