Panorama Gelar Indonesia & Asia-Pacific Outlook Toward 2020

PANORAMA Group belim lama ini menggelar Mega Conference yang melibatkan para pelaku industri pariwisata yang bertajuk Taking Pride in Tourism: Indonesia and Asia Pacific Outlook Toward 2020. Panorama Mega Conference ini digelar bertepatan dengan ulang tahun Panorama Group yang ke-45.

Menurut Budi Tirtawisata, Group CEO Panorama Group mengatakan Panorama Mega Conference menghadirkan panelis dari industri pariwisata global antara lain Gloria Guevara, President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC); Hiroyuki Takahashi, President & CEO JTB Corp; Darren Ng, Managing Director TTG Media Asia; serta Menteri Pariwisata RI Arief Yahya. Dalam kesempatan ini para narasumber memberikan tinjauan dan perkembangan atas industri pariwisata nasional dan global menuju tahun 2020.

“Dalam Mega Conference kali ini, kami ingin memberi kontribusi lebih kepada industri pariwisata Indonesia yang sedang mengalami momentum pertumbuhan positif, terlebih dengan dukungan pemerintah melalui campaign Wonderful Indonesia yang dilakukan secara masif di mancanegara. Oleh karena itu, melalui konferensi ini kami memberikan tinjauan dan wawasan bagi para stakeholder di industry pariwisata nasional” ujar Budi.

Dikatakan, kami sangat menghargai semangat industri pariwisata saat ini. Panorama juga sangat optimis untuk menyambut masa depan di pariwisata. Menuju 2020 kami akan mensinergikan unit bisnis strategis kami, lebih aktif merespon tren yang muncul, dan terus memberikan yang terbaik bagi seluruh stakeholder kami.

Sementara Arief Yahya, Menteri Pariwisata mengatakan pemerintah saat ini mendorong Pariwisata menjadi sektor unggulan bagi Indonesia, maka  diperlukan strategi yang tepat untuk meraih target besar salah satunya mencapai kunjungan wisman sebesar 20 juta pada tahun 2019.

“Kita memiliki potensi yang luar biasa dan telah menetapkan target yang luar biasa juga. Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa. Hal ini telah dibuktikan dengan keberhasilan mendorong ranking Indonesia dari tidak terdaftar (Not Available), menjadi ke urutan 47 dunia pada World Economic Forum tahun 2017 lalu. Raihannya mampu mendahului Malaysia di posisi 96, dan Thailand di posisi 83. Kenaikan lainnya juga bisa dilihat dari peningkatan Indeks Daya Saing Wonderful Indonesia. Rangking melesat naik 8 poin, dari posisi 50 besar dunia ke peringkat 42,” katanya.

Berkaitan dengan perkembangan pariwisata global, Gloria Guevara President & CEO World Travel & Tourism Council (WTTC) mengungkapkan pentingnya Pariwisata bagi sebuah negara.

“Pariwisata berkontribusi sebesar 6% (direct, indirect, induced) dari total GDP dan mendatangkan devisa sebesar Rp220 triliun bagi Indonesia, ditambah lagi pariwisata membuka lapangan kerja sebanyak 2,4 juta lapangan kerja, maka sektor ini merupakan sektor penting bagi ekonomi Indonesia” ungkap Gloria.

Panorama Mega Conference (PMC) tahun 2018 dihadiri lebih dari 500 peserta yang datang dari kalangan industri pariwisata dan stakeholder. [traveltextonline.com]