Kementerian Pariwisata Genjot Potensi Wisata MICE

KEMENTERIAN Pariwisata yakin dengan kegiatan wisata Meeting, Incentive, Convention and Exhibition (MICE) dapat memasarkan pariwisata Indonesia lebih besar.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuti mengatakan kegiatan wisata MICE merupakan salah satu sektor industri pariwisata yang paling menjanjikan.

“Dalam kegiatan atau pertemuan yang menghadirkan anggota asosiasi, perusahan dan pembicara tingkat dunia, secara tidak langsung mereka juga akan mempromosikan leisure dan menikmati langsung keindahan Wonderful Indonesia di pulau yang dijadikan sebagai Best Destination in the World oleh TripAdvisor,” ujarnya.

Dikatakan, berdasarkan data International Congress & Convention Association (ICCA), rata-rata tinggal wisman MICE di Indonesia 5 malam dengan pengeluaran lebih dari US$200 dolar per orang per hari. Angka pengeluarannya tujuh kali lipat dari wisatawan biasa. Kelebihan lainnya, wisatawan MICE umumnya adalah opinion leader dari kalangan pengusaha, profesional maupun pemerintahan, yang melakukan kegiatan pada low-season.

Sedangkan Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut Bali dengan segala keindahan dan amenitasnya sudah menjadi destinasi wisata utama MICE dunia. Bali selalu menjadi pilihan berbagai organisasi ataupun badan-badan tingkat dunia untuk melakukan pertemuan ataupun konferensi.

“Bahkan tahun depan IMF-World Bank Annual Meeting akan digelar di Bali pada bulan Oktober tahun 2018. Kegiatan MICE tingkat dunia juga menjadi sarana yang tepat untuk mempromosikan destinasi Bali, Bali and beyond dan cruise ke destinasi yang siap.

“Saya pun meminta pihak penyelenggara bersama industri dapat menyiapkan paket-paket perjalanan yang dapat dipilih para peserta, delegasi ataupun pembicara,” katanya. [photo special]