Jelang Pertemuan IMF-WB 2018, Sudah 4.500 Kamar Hotel di Bali Terpesan

AJANG Annual Meeting International Monetary Fund-World Bank Group 2018 yang berlangsung di Bali pada bulan Oktober nanti bakal menjadi berkah tersendiri bagi bisnis pariwisata di Pulau Dewata tersebut. 

Menurut Ricky Putra, Ketua Bali Hotel Association,  (BHA)  di acara tersebut bakal ada  sekitar 15.000 tamu yang berasal dari 189 negara. Industri hotel bakal koordinasi dengan para pemangku kepentingan karena ini untuk kepentingan negara," ujarnya.

Dikatakan, meski begitu, pihak BHA mencatat hingga kini sudah ada 4.500 kamar yang dipesan untuk acara tersebut. Jumlah kamar tersebut tersebar di antara 35 sampai 40 hotel bintang empat dan lima. Mulai dari di kawasan Nusa Dua, Sawangan, Benoa hingga Jimbara. Kamar hotel bakal terisi penuh.

Dikatakan, beberapa hotel yang sudah terpesan sejak tahun lalu adalah The Hilton  Nusa Dua, Westin Nusa Dua Beach, dan The Royal Santrian yang berisi 22 vila. Meski sejumlah hotel dipastikan bakal penuh terisi, tapi efek pertemuan tersebut juga bakal menjalar ke bisnis hotel di sekitar Bali. Bila dalam kondisi sebelum dan sesudah acara tersebut diproyeksi tingkat okupansi rata-rata hotel berbintang di Bali antara 80%-90%, maka saat acara tersebut berlangsung langsung melonjak 95% sampai 100%.

“Saya proyeksikan perputaran uang selama perhelatan tersebut bisa triliunan rupiah. Maklum, tamu yang menginap tidak cuma satu sampai dua minggu saja, tapi ada yang sampai satu bulan. Siapa tahu bisa berefek ke wisata lain, seperti Lombok, Raja Ampat dan lainnya," katanya.

Sementara Ketua Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Ketut Ardana menyebut paket wisata untuk menyambut acara tersebut sudah disiapkan. Tapi sejauh ini belum ada pihak yang memesan karena acara baru berlangsung Oktober nanti. Paling kalau ada pesanan berkisar empat bulan sebelum acara. [kontan.co.id/photo special]