GEM Indonesia Mulai Serbu Industri Pameran Indonesia

ADALAH PT Global Expo Management Indonesia (GEM Indonesia) ingin memfokuskan bisnisnya pada industri yang membutuhkan solusi.

Menurut Baki Lee, Direktur Utama GEM Indonesia mengatakan, ada beberapa sektor yang menjadi perhatian utamanya dalam membuat pameran Internasional. Maklum, GEM Indonesia ini bergerak dalam bisnis manajemen acara berskala internasional yang mempertemukan pemain industri dengan penyedia jasa teknologi.

“Melalui setiap pameran tersebut, pihak kami ingin mendukung pengembangan sistem Internet of Things (IoT) yang diimplementasikan oleh industri Tanah Air. Adapun, saat ini GEM Indonesia tengah fokus pada sektor transportasi, pertanian, maritim, dan pertambangan,” ujarnya.

Dikatakan, karena melihat situasi Indonesia saat ini, industri tersebut yang membutuhkan pengembangan. Tahun depan, GEM Indonesia akan kembali menyelenggarakan pameran bertajuk Smart Home + Smart City Indonesia.

“Program ini diselenggelarakan guna mendukung program pemerintah yang ingin mewujudkan 100 smart city pada tahun 2019. Sebelumnya, GEM Indonesia sudah mengadakan acara sejenis pada Mei 2017 lalu. Acara tersebut, kata dia, mendapat respons positif dari masyarakat hingga mencapai 450 peserta. Tahun depan kita targetkan bisa mencapai 650 peserta dengan 20.000 pengunjung," katanya.

Ditambahkannya, seiring misinya yang ingin membantu mewujudkan program pemerintah, pihak kami mendapat dukungan dari Kementerian Perindustrian dengan menghadirkan industri lokal. Namun demikian, perusahaan lokal yang berkontribusi dalam pameran masih sekitar 20%, sisanya perusahaan internasional.

“Sejak berdiri pada tahun 2009, GEM Indonesia sudah menyelenggarakan sekitar 18 pameran dalam satu tahun. Tidak hanya di Indonesia, GEM Indonesia pun telah menghelat acara berskala internasional itu di Singapura dan Eropa. GEM Indonesia sebagai satu-satunya perusahaan event organizer internasional di Indonesia. Kompetitor kita justru dari Singapura," ungkap dia.

Dijelaskannya kembali, berkaitan dengan pendapatan, saya enggan menyebut angka secara pasti. Namun dia mengaku selalu mendapat keuntungan dari setiap acara yang diselenggarakan. Di antara biaya operasional yang dikeluarkan, biaya sewa hall dan promosi berkontribusi paling besar terhadap total beban operasional. Untuk sewa hall di Indonesia lebih mahal daripada Eropa. Dua kali lipat. [kontan.co.id]