Maumere Jazz Fiesta Flores Siap Digelar Kembali 27-28 Oktober

SETELAH sukses dengan penyelenggaraan Maumere Jazz Fiesta Flores (MJFF) yang pertama tahun lalu, Yayasan Bapa Bangsa bersama WartaJazz sebagai pengagas, kembali menggelar Maumere Jazz Fiesta Flores 2017 untuk kali kedua.

Menurut Melchias Markus Mekeng tokoh masyarakat Maumere yang juga pendiri Yayasan Bapa Bangsa dalam press conference di Main Hall Bursa Efek Jakarta (4/10) mengatakan saya bersyukur dengan respon yang diberikan masyarakat tahun lalu. Adapun pilihan lokasi kegiatan kali ini tak terlalu jauh dari pusat kota yaitu Gastrack Wairita, kesisi sebelah timur kota Maumere, ke arah Larantuka yang merupakan lokasi yang biasanya digunakan untuk balapan motorcross. Pemandangan yang kali ini ditawarkan berupa sunset dengan view laut dan pulau sebagai daya tariknya.

“Menyebut nama Maumere, tentu konotasi yang masih muncul di kebanyakan benak orang adalah Papua, padahal ibukota dari Kabupaten Sikka ini terletak di Pulau Flores provinsi Nusa Tenggara Timur. Setelah terkena tsunami pada tahun 1992, praktis tak banyak lagi wisatawan yang berkunjung dan mengenal nama Maumere. Padahal, terumbu karang di sekeliling Teluk Maumere pernah disebut-sebut sebagai salah satu spot diving yang terbaik di dunia,” ujar Melchias Mekeng.

Dijelaskannya, saya ingin memperkenalkan kembali “Maumere” merupakan salah satu tujuan dari kegiatan festival jazz luar ruangan ini. Beragam alasan lain dikemukakan agar para wisatawan bersedia untuk datang dan menikmati keindahan budaya.

“Diharapkan pada gelaran jazz kali ini Maumere bisa menjadi salah satu destinasi pariwisata pilihan bagi wisatawan Nusantara maupun mancanegara. Oleh karenanya, Maumere Jazz Fiesta Flores kita lanjutkan agar daerah ini semakin dikenal melalui potensi budaya dan wisatanya, sehingga daerah dan masyarakat Kabupaten Sikka mendapatkan manfaat langsung dan tak langsung,” ujarnya.

Melchias Markus Mekeng menambahkan walaupun hingga saat kini dukungan pemerintah daerah tersebut belum ada, tapi pagelaran Maumere Jazz Fiesta ini harus tetap berjalan.

Sementara itu Festival Director, Agus Setiawan Basuni dari WartaJazz mengungkapkan bahwa kali ini Festival menawarkan pada para pengunjung dan masyarakat, dapat melihat suasana sunset plus hiasan lampion di area Gastrack yang berlokasi diperbukitan. Kami juga hadirkan grup reggae plus musisi dari luar negeri, karena ini menjadi ciri khas festival jazz ini.

“Acara akan berlangsung pada hari Jumat & Sabtu tanggal 27-28 Oktober 2017 dengan penampil antara lain Krakatau Reunion yang personilnya terdiri dari Dwiki Dharmawan, Indra Lesmana, Pra Budi Dharma, Donny Suhendra, Trie Utami, dan Gilang Ramadhan,” ujarnya.

Dikatakan, selain itu akan hadir pula biduanita Ruth Sahanaya, Monita Tahalea, kelompok accapela Jamaica Café, dan grup reggae asal Bali yang berkolaborasi dengan vocalist asal Ghana, Soul Rebel feat Afro Moses. Melengkapi lineup ini adalah Yopie atul, dan hadirnya grup Maumere yang menyuguhkan Musik Tradisi Sikka Tawa Tana dengan penampilan bersama gitaris/vocalist Ivan Nestorman yang juga berasal dari Flores.

“Pagelaran Maumere Jazz Fiesta Flores 2017 didukung oleh BCA, PT. Sarana Multi Infrastuktur (Persero), Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) yang terdiri dari Bank Mandiri, BRI, BNI, dan BTN, juga berpatisipasi adalah Bank Bukopin, Indonesia Exim Bank, PT PP (Persero), Bursa Efek Indonesia serta difasilitasi oleh Capa Resort Maumere Managed by Sahid,” ungkap Agus. [traveltextonline.com]