Whitesky dan Bintan Aviation Kembangkan Destinasi Wisata Bintan

ADALAH PT Bintan Aviation Investments menjalin kerja sama dengan PT Whitesky Aviation untuk meningkatkan daya tarik dan aksesibilitas destinasi pariwisata di Pulau Bintan, Kepulauan Riau.

Mereka berencana bersama-sama mengambil peran mendukung program pemerintah mendatangkan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menargetkan 20 juta wisatawan mancanegara hingga 2019. Dari target itu, untuk Pulau Bintan dan Batam diharapkan mampu menarik 4 juta wisatawan asing atau sekitar 20% dari target nasional.

Keduanya sepakat menandatangani nota kesepahaman (MoU) kemitraan strategis dan saling menguntungkan dalam menyediakan jasa angkutan helikopter, khususnya untuk kepentingan transportasi antar destinasi pariwisata yang ada di Kepulauan Riau, maupun atraksi tour dengan helikopter (heli adventure tour).

Menurut Managing Director Bintan Aviation Investments Michael Wudy, dalam siaran persnya mengatakan kami optimistis kalau kerja sama ini akan meningkatan keunggulan destinasi pariwisata di Bintan, khususnya di Bintan Resort yang saat ini tengah mengadakan peningkatan kapasitas kamar hotel dari 1.700 kamar menjadi 7.000 kamar pada 2020.

“Dengan adanya fasilitas transportasi tersebut, destinasi pariwisata di pulau pulau kecil di Kepulauan Riau akan lebih mudah dijangkau dari Pulau Bintan. Selain pariwisata, Whitesky Aviation juga berencana mengoperasikan penerbangan helikopter dari dan ke helikopter base di Bintan, membangun FBO (fixed base operator), dan MRO (maintenance repair overhaul) helikopter di Bintan Aerospace Industry Park serta sekolah penerbangan helicopter,” ujarnya.

Sementara CEO Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja mengatakan kami akan mengoperasikan helicopter dengan memanfaatkan fasilitas di lokasi wilayah kerja Bintan Resort, Bandara Bintan, Aerospace Industry Park, dan Southlinks Country Club Batam. Adapun produk jasa penerbangan helikopter yang ditawarkan Whitesky meliputi Helitour, Helicity dan Helimedic.

“Nantinya bandara Bintan bersama sama dengan Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang melayani penerbangan umum internasional maupun domestik. Di dalam Aerospace Indsutri Park akan dikembangkan fasilitas MRO hingga pusat logistic,” kata Denon.

Ditambahkannya, kerjasama kedua perusahaan ini dikatakan sejalan dengan program pemerintah yang menjadi prioritas Kementerian Pariwisata dan Kementerian Perhubungan yang menerapkan strategi 3A yakni Airlines, Airport, Air Navigation dan Authorities sebagai perencanaan membangun konektivitas udara. [photo special]