Ternyata Penyelenggara Festival Kerap Abaikan Commercial Value

KEMENTERIAN Pariwisata selalu mengingatkan kepada para penyelenggara festival di Indonesia untuk selalu menyeimbangkan antara nilai budaya atau atraksi yang ditampilkan (cultural value) dengan nilai komersial (commercial value).  Hal ini untuk menjaga kelangsungan serta meningkatkan festival agar berkelas dunia.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan hampir sebagian besar penyelenggaraan festival di Indonesia masih mengedepankan nilai cultural value. Sedangkan commercial value kurang diperhatikan. Bila ini terus terjadi akan mengganggu kelangsungan penyelenggaraan festival itu sendiri.

“Contoh penyelenggaraan festival JFC (Jember Fashion Carnival) yang sudah berkiprah selama 16 tahun dan menginspirasi banyak karnaval di Tanah Air. JFC bahkan memiliki sederet prestasi internasional sehingga ditetapkan Jember sebagai Kota Karnaval berkelas dunia. Dengan ditetapkan sebagai Kota Karnaval berkelas dunia, sisi commercial value atau financial value-nya dapat dinaikkan,” ujar Menpar  Arief.

Ditambahkannya, tahun ini, Kementerian Pariwisata sudah memperoleh 20 penghargaan bergengsi. Jika para penyelenggara terus berupaya menggelar festival dengan sisi komersilnya, pemerintah optimistis target wisatawan 2018 sebanyak 17 juta wisman bisa tercapai. [kontan.co.id/photo special]