Ternyata Indonesia-Ceko Sepakat Besarkan Pasar Pariwisata

ADALAH Asosiasi Sales Travel Indonesia (ASATI) dan Asosiasi Sales Travel Republik Ceko (ACK CR) yang telah menjalin kerja sama untuk meningkatkan jumlah wisatawan di kedua negara.

Dalam hal ini, Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Praha Suyoto Herjan dan Ketua Umum ACK CR Michal Veber akan menjadi penengah antara pemerintah Indonesia dengan pelaku usaha wisata di Ceko untuk menyampaikan perkembangan terkini tentang kondisi wisata di Indonesia.

Menurut Ketua Umum ASATI Muhammad Syukri, juga menyampaikan kesepakatan tersebut dapat diimplementasikan menjadi kegiatan konkrit, seperti pertukaran famtrip atau promosi pariwisata kedua negara. Kehadiran ASATI di Republik Ceko merupakan bagian dari partisipasi mereka dengan paviliun KBRI Praha pada the 27th Central European Tourism Fair Holiday World di Praha pada 15-18 Februari 2018 lalu.

Sementara itu, Dubes RI untuk Praha Aulia Rachman dalam siaran persnya mengatakan promosi KBRI Praha selama tiga tahun masa kepemimpinannya telah dapat memberikan kontribusi bagi peningkatan jumlah wisatawan asal Ceko yang berkunjung ke Indonesia.

“Pada tahun 2016, ada sekitar 17.900 orang warga Ceko yang berkunjung ke Indonesia, dan tahun 2017 sebanyak 19.000 orang. Itu peningkatan sebesar 35% dibanding tahun 2015, yang sejumlah 14.000 orang,” katanya.

Dikatakan, berdasarkan informasi dari sejumlah tour operator, durasi rata-rata paket wisata ke Indonesia yang ditawarkan adalah 21 hari. Dengan average spending US$100 per hari, kita tinggal menghitung berapa devisa yang disumbang oleh wisatawan Ceko di Indonesia. Saya meyakini bahwa dengan promosi yang gencar, jumlah wisatawan asal Ceko akan semakin meningkat. Untuk itu, diperlukan kerja sama erat antara KBRI Praha dengan mitra kerja, baik di pusat maupun di wilayah akreditasi.

“Saya juga menggarisbawahi bahwa salah satu tantangan yang sering dikemukakan calon wisatawan Ceko adalah konektivitas. Banyak pengunjung yang menanyakan penerbangan langsung dari Praha ke Jakarta atau Bali dan sebaliknya. Kami yakinkan saja para pengunjung bahwa rasa capai karena penerbangan akan hilang begitu tiba di Indonesia," ungkapnya. [photo special]