Strategi Kemenpar Hadapi Turunnya Kunjungan Wisman pada Ramadhan

MENURUNNYA kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia maupun pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada bulan Ramadhan 2018 adalah sebuah keniscayaan, karena pada dasarnya semua produk barang dan jasa akan ada masa menurun atau low seasons. Karena itu Kemenpar harus melakukan strategi khusus untuk meningkatkan kunjungan wisman, salah satunya melalui bundling atau hot deal selama Ramadhan ini.

Menurut Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengatakan sebagai solusinya, kita membuat  program Hot Deals  Visit Wonderful Indonesia (ViWI)  2018 dengan harga bundling hingga 50% sampai 70%. Selama bulan Ramadhan pergerakan wisnus di Tanah Air diperkirakan turun hingga 50%.

“Rata-rata pergerakan wisnus per bulan 20 juta di Ramadhan turun menjadi 10 juta, namun akan dapat tertutupi ketika memasuki liburan Idul Fitri jumlah pemudik mencapai 20 juta, sehingga periode Ramadhan-Lebaran terjadi pegerakkan 30 juta wisnus,” ujar Menpar Arief Yahya.

Dikatakan, pada bulan Ramadhan, kunjungan wisman termasuk dari ASEAN maupun negara-negara yang mayoritas penduduknya beragam Islam, seperti Malaysia, menurun hingga 50%. Kita meluncurkan Paket Hot Deal Ramadhan di Jakarta, sebagai salah satu upaya mengatasi situasi low season di bulan Ramadhan.

“Hot deal pada prinsipnya menerapkan konsep sharing economy yaitu menjual barang atau jasa yang tidak laku atau excess capacity dengan diskon besar hingga 70% sehingga mampu menarik calon wisman pada masa low season ini,” katanya.

Ditambahkannya, Pemerintah (Kemenpar) tahun ini menargetkan pergerakan wisnus di Tanah Air sebanyak 270 juta wisnus dan kedatangan wisman sebanyak 17 juta wisman. Dengan adanya program Hot Deal ViWI 2018 yang diluncurkan di Jakarta (Jakarta Week End Hot Deal/JakDeal dan Ramadhan Hot Deal); KepriHot Deal (Kepri Week Day Deal), dan Bali Hot Deal akan didapat tambahan sebanyak 2,5 juta wisman atau 15% dari target pada tahun ini. [traveltextonline.com]