Program Pariwisata Kawasan ASEAN Melampaui Target

PROGRAM ASEAN One Single Destination of Sustainable Tourism yang sudah dilakukan selama dua tahun lalu terbukti sukses. Dari mulai length of stay, angka kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), hingga devisa negara-negara ASEAN, grafiknya naik signifikan.

Tengok saja angka international visitors di kawasan ASEAN di 2017. Angkanya menembus 125 juta kunjungan. Jauh melampaui target yang dipatok di angka 121 juta kunjungan. Income yang didapat juga terbilang fantastis. Angkanya menembus US$93 miliar, jauh melampaui target sebesar US$83 miliar. Sementara length of stay, ada di angka 7,98 hari. Angkanya sedikit di atas target 6-7 hari.

Menurut Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan ini menjadi penting. Program One Single Destination of Sustainable Tourism terbukti efektif mengembangkan pariwisata di kawasan Asia Tenggara. Artinya, kita harus berkolaborasi untuk menjadi besar. Baginya, kekuatan regional itu bisa menjadi competitive advantage bagi ASEAN.

“Karenanya competitive, comparative, dan collaborative (3C) terus didorong dalam menjalin kerja sama regional bidang kepariwisataan bersama negara-negara anggota ASEAN. Kalau kita kumpulkan semua kelebihan ASEAN, maka akan kuat dan bisa bersaing dengan Eropa, Great China, Timur Tengah, dan Amerika utara yang sama-sama menjual kekuatan regional. Karenanya saya ucapkan terimakasih kepada Brunei Darussalam yang telah mengkoordinasikan program ini dengan sangat baik," ujar Arief Yahya.

Dikatakan, Indonesia juga ikut diuntungkan saat bergabung dalam promosi dan event bersama antarnegara ASEAN. Grafik performanya juga ikutan naik. Bahkan Wonderful Indonesia menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan tercepat ke-20 di dunia versi media internasional The Telegraph.

“Inilah implementasi dari collaboration. Masing-masing negara punya kekuatan destinasi tersendiri, punya competitive dan comparative advantage. Ketika beragam kekuatan itu disatukan, maka akan saling mengisi kekurangan, dan menjadi satu,” katanya.

Ditambahkannya, revolusi sektor pariwisata memang telah dilakukan Kementerian Pariwisata Indonesia. Pencapaian 14 juta pergerakan wisatawan asing di tahun 2017 menjadi pembuktiannya. Seluruh sektor pariwisata Indonesia ikut dipoles. Pemasaran dan Promosi, pengembangan destinasi wisata serta pengembangan sumber daya manusia menjadi fokus utamanya.

"Strategi pemasaran dan promosi, pengembangan tujuan prioritas, dan pengembangan Sumber Daya Manusia Pariwisata menjadi poros yang kita kembangkan," ungkap Menpar Arief Yahya. [traveltextonline.com]