Kemenpar: RI Tak Henti-hentinya Promosikan Pariwisata di Mancanegara

UNTUK mencapai target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang target proyeksi kunjungan wisman hingga akhir tahun 2017 mencapai 15 juta, atau harus menaikkan 3 juta dari capaian tahun 2016, di angka 12 juta, maka program promosi dan pemasaran untuk mencapai target tersebut terus dilakukan.

Menurut Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara, I Gde Pitana dalam sosialisasi promosi mancanegara pada media nasional di kota Malang, Jawa Timur (10/11) menjelaskan seberapa jauh upaya yang telah dilakukan Kemenpar menyongsong target tersebut sampai triwulan III 2017, adapun poin-poin penting seputar aktivitas marketing dan optimisme melalui serentetan program yang telah, sedang dan akan dilakukan selama 2017.

“Adapun program kerjanya menyangkut  untuk meningkatkan kunjungan wisman, yang tahun ini ditetapkan sebesar 15 jutawisman dengan asumsi perolehan devisa sebesar US$14,9 miliar  dan akan meningkat menjadi 20 juta wisman dengan perolehan devisa sebesar Rp280 triliun pada 2019 mendatang,” ujarnya.

Dikatakan, untuk mencapai target tersebut stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan, marketing strategy menggunakan pendekatan DOT (Destination, Original, dan Time), promotion strategy dengan BAS (Branding, Advertising, dan Selling), media strategy dengan pendekatan POSE terutama pada pasar utama di antaranya dengan berpartisipasi pada event pameran pariwisata internasional untuk mempromosikan Wonderful Indonesia.

“Seperti yang telah kami lakukan belum lama dalam acara World Travel Market London 2017 setidaknya ada 180 taksi yang menjadi ikon dan populer di London, Inggris mempromosikan objek wisata di Indonesia. Kalau di London ada branding Wonderful Indonesia pada 180 black cabs yang iconic dengan memanfaatkan momentum WTM London,” katanya.

Ditambahkannya, diharapkan dengan adanya branding Wonderful Indonesia di dalam berbagai format di London seperti ini dapat meningkatkan citra destinasi Indonesia di benak masyarakat Inggris yang pada akhirnya dapat menarik minat mereka untuk berkunjung ke Indonesia

“Sedangkan untuk pengembangan promosi di event domestik yang masuk top 100 itu masing-masing dikaji secara profesional baik impact ekonomi, sosial dan budayanya. Kesepuluh event ini merupakan event unggulan yang menjadi fokus promosi pariwisata Indonesia. Dari 100 event primer yang sudah dikurasi, ada yang sudah mendatangkan wisman di antaranya JFF dan Pesta Kesenian Bali. Dengan tema Calendar of Event 2018: Sinergi Mencapai 17 Juta Wisman dan 270 Juta Wisnus di Tahun 2018, tahun depan ada dua event internasional yang akan mendatangkan puluhan ribu wisman. Yaitu Asian Games di Jakarta dan Palembang pada Agustus 2018 serta Pertemuan Bank Dunia-IMF di Bali pada Oktober 2018,” ungkapnya.

Dijelaskannya, kedua ajang tersebut tentunya bakal memberikan dampak langsung terhadap pencapaian target 17 juta wisman di tahun depan. Tahun 2018 kita ingin punya lebih dari 100 premier event berskala internasional untuk menggenjot kunjungan wisman. Untuk itu perlu ada stimulus di setiap daerah agar menciptakan event berskala internasional masuk dalam Calendar of Event Kemenpar sebagai Wonderful Indonesia Calendar of Event 2018,” katanya.

“Memang masih perlu ada perhatian untuk event pariwisata daerah potensial yangterus berlangsung. Karena itu perlu ditingkatkan lagi dan dikelola lebih baik lagi. [traveltextonline.com]