18 Investor Sudah Teken Kontrak Bangun Hotel di Mandalika

SEBANYAK 18 investor sudah menyatakan kesanggupan dan niatnya untuk masuk dalam proyek pembangunan dan pengembangan kawasan ekonomi khusus Mandalika di Lombok Tengah.

Beberapa di antaranya sudah masuk dalam tahap LUDA (Land Utility Development Agreement) atau kontrak untuk masuk progress pembangunan konstruksi. Namun, masih terdapat pula investor yang masuk dalam tahap penjajakan atau MoU.

Menurut Kepala General Affair PT Indonesian Tourism Development Coorporation I Gusti Lanang Brata Sutha mengatakan, untuk investor yang sudah memasuki tahap kontrak, sudah bisa melakukan konsultasi desain konstruksi ke komite desain KEK Mandalika. Proses konsultasi ini biasanya memakan waktu 6 bulan hingga 1 tahun.

"Harapan pengembang kawasan bisa dipercepat pembangunan dan pengembangannya karena penantian ini sudah begitu lama. Tugas kami di ITDC adalah mengembangkan dan bangun infrastruktur yang harus selesai dalam waktu dekat sesuai tahapan sehingga membuat investor makin tertarik untuk investasi," ujar Brata di kawasan Mandalika, Lombok Tengah.

Dikatakan, beberapa hotel yang sudah masuk ke tahap LUDA dan tengah melalukan konsultasi desain antara lain Cross Two Hotsl, Paramount, Pullman, Royal Tulip, ClubMed dan juga JW Marriot. Selain hotel, juga akan ada pengembangan golf course seluas 200 hektare yang saat ini tengah dilirik oleh 4 investor.

“Khusus untuk golf course tersebut, pihak ITDC akan melakukan beauty contest untuk melihat perbandingan konsep yang paling menjual yang ditawarkan oleh pihak investor. ITDC mengklaim telah berusaha untuk membuat calon investor nyaman dan tertarik memasukkan modalnya ke Mandalika. Hal tersebut ditunjukkan dengan lahan area pantai yang sudah 100% berada pada status pesanan oleh investor,” katanya.

Ditambahkannya, namun, ITDC tidak ingin gegabah dalam memasukkan investor, agar proses yang telah berjalan dapat dilalukan sesuai dengan yang diharapkan.

"Sekarang ini sudah banyak investor, hampir semua lahan tanah yang ada pantainya sudah ter-booking semua, lantas kenapa belum terbangun, karena masih ada proses MoU, LUDA, baru berproses desain yang harus diuji desain komite yang dibentuk ITDC dengan tujuan investor yang bangun tidak merugi setelah beroperasi," ungkap Brata. [bisnis.com/photo special]