Cetak 3 di Bawah Par, Pegolf Amatir Bertengger di Puncak Leaderboard

PENYELENGGARAAN Indonesian Golf Tour (IGT) yang kali ini berlangsung di Gunung Geulis Golf & Country Club menyajikan pertarungan hangat di putaran pertama. Seri II IGT yang menyediakan hadiah total sebesar Rp200 juta ini diikuti 103 pegolf. Sebanyak 24 pegolf dari jumlah peserta adalah pegolf-pegolf amatir dan empat di antaranya adalah wanita. 

Tiga pegolf terbaik Indonesia yang selalu merajai posisi elite leaderboard kembali menunjukkan permainan terbaiknya. Naraajie Emerald R.P, pegolf amatir nomor satu Indonesia, kali ini mengungguli dua senior profesionalnya, Danny Masrin dan George Gandranata.

Naraajie membukukan skor 68 (tiga-di bawah par), dan langsung memimpin di puncak klasemen. Sejak memulai permainan dari hole 10, Naraajie hanya menjaga ritme permainan di sembilan hole pertama dengan satu birdie. Namun, ia mendulang dua birdie lagi di sembilan hole kedua yang mengukuhkan posisinya paling atas dalam putaran pertama ini.

“Skor ini sesuai target harian saya di lapangan ini. Ini merupakan awal yang bagus karena saya pertama kali saya bermain di sini. Sambil mengenal lapangan, ternyata permainan saya cukup nyaman hari ini,” kata Naraajie, yang berhasil menjaga skornya bersih dari bogey di hari ini.

Danny yang bermain satu grup dengan Naraajie sebenarnya terlebih dahulu menyodok ke posisi atas. Meski sempat mengawali permainan dengan bogey di hole 10, Danny langsung menebusnya dengan tiga birdie di tiga hole berikutnya. Sayang, di hole 14, ia terpaksa membukukan double bogey. Beruntung, di sembilan kedua, ia berhasil bermain lebih baik dengan dua birdie dan tanpa bogey. Danny mencetak skor 69 (dua-di bawah par).

“Saya bermain kurang bagus hari ini. Putting saya banyak yang tidak masuk. Hole 10 dan 14 saya tampil buruk,” jelas Danny. Namun, jika merujuk pada start Danny di hari pertama Grand Finale Gunung Geulis tahun lalu yang juga membukukan skor dua-di bawah par, penampilan sebenarnya tidak terlalu mengecewakan. Ia bahkan menutup hari terakhir dengan gelar juara dengan skor total 10-di bawah par.

Bersama Danny, George pun membukukan skor yang sama. Namun, George cenderung mengalami peningkatan grafik permainan. Di Grand Finale tahun lalu George membuat skor satu-di atas par pada hari pertama.

“Setelah tahun lalu saya masih adaptasi, hari ini saya sudah lebih mengenal lapangan, sehingga lebih berani mengambil keputusan dalam setiap pukulan. Hasilnya pun cukup memuaskan,” kata George yang juga mencetak clean sheet, tanpa satu bogey pun.

Tiga pegolf lainnya, Rinaldi Adiyandono, Hendri Nasim, dan Zaki Aulian, bertengger di T4. Mereka membuntuti tiga pegolf di atasnya dengan skor 70 (satu-di bawah par). [traveltextonline.com]