Pemerintah Dorong Setiap Desa Wisata Bangun Homestay

MASYARAKAT di pedesaan didorong membangun dan mengembangkan homestay sebagai atraksi wisata baru. Diharapkan, dengan adanya daya dukung tersebut perekonomian masyarakat bisa tumbuh.

“Ini lebih ke community base tourism. Menggerakkan komunitas, meningkatkan perekonomian rakyat dengan cara menggerakkan desa. Melalui apa? Ya melalui homestay,” ujar Ketua Tim Percepatan Pengembangan Homestay Desa Wisata Kementerian Pariwisata Anneke Prasyanti.

Dengan adanya homestay, ujarnya, masyarakat desa akan lebih berusaha menggali potensi wisata untuk menarik wisatawan. Mereka juga akan berusaha membuat wisatawan itu betah tinggal di desanya untuk menikmati berbagai atraksi wisata yang disuguhkan.

“Jadi wisatawan tidak hanya berkunjung terus pulang. Tapi, mereka akan berusaha untuk tinggal lebih lama di kawasan itu. Kalau seperti itu, aktivitas masyarakat desa juga lebih banyak,” terangnya.

Saat ini di wilayah Yogyakarta, Solo, dan Semarang terdapat sekitar 1.000 desa yang memiliki potensi wisata unggulan, baik dari segi kuliner, alam, maupun budaya. Desa-desa inilah yang nantinya akan didirikan penginapan-penginapan atau homestay.

 “Untuk pemetaannya baru kami lakukan bekerja sama dengan dinas pariwisata setempat. Tahun ini kami menargetkan ada sekitar 3.500 unit kamar homestay yang dibenahi. Dari jumlah itu, sekitar 2,5% merupakan kamar baru,” tutur Anneke.

Sementara Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jateng, Prambudi Traju Trisno, mengapresiasi rencana pemerintah dalam menggerakkan masyarakat di pedesaan membangun homestay.

“Kalau kami inginnya homestay itu dibangun di daerah-daerah yang memiliki banyak desa wisata, seperti Kabupaten Semarang, Jepara, Kudus, dan Wonogiri. Dengan adanya homestay itu tentu wisatawan yang berkunjung semakin banyak,” kata Prambudi.

Dikatakan, hingga akhir tahun 2017 sudah ada sekitar 820 homestay yang dibangun di Jateng. Pada 2018 nanti, pihaknya menargetkan ada penambahan sekitar 5% homestay dari jumlah yang ada saat ini. [bisnis.com/photo special]