Ternyata Wisatawan Indonesia Habiskan S$1,98 Miliar di Singapura

SELAMA 2017, ada 2,95 juta wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Singapura dengan menghabiskan dana S$1,98 miliar selama berlibur di sana.

Menurut Raymond Lim, Area Director, Indonesia, Singapore Tourism Board (STB) dalam Media & Trade Gathering STB di Jakarta (13/2) mengatakan selain wisatawan asal China dan Indonesia, wisatawan India menghabiskan S$1,13 miliar selama di Singapura, disusul Australia S$0,91 miliar, dan Jepang S$0,75 miliar.

“Wisatawan asal China tidak hanya mengambil alih posisi wisatawan asal Indonesia yang selama 20 tahun terakhir mendominasi jumlah pengunjung ke Singapura. Namun, mereka juga tercatat sebagai pemberi dolar terbesar untuk sektor pariwisata Singapura,” ujarnya

Namun ketika ditanya kenapa wisatawan China kini bisa mendominasi kunjungan ke Singapura, Raymond lantas menjawab dengan meningkatnya jumlah orang kaya di China dan pendapatan rata-rata penduduknya menjadi salah satu alasan tingginya minat berlibur masyarakat Negeri Panda berkunjung ke Singapura.

Dikatakan, selama tahun lalu, sebanyak 3,23 juta wisatawan China menghabiskan kocek S$3,08 miliar ketika berada di Singapura. Singapura menerima 17,40 juta pengunjung dari berbagai negara dengan perolehan S$26,80 miliar. Angka penerimaan tersebut meningkat 3,90% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Kegiatan berbelanja mengambil porsi 9% dari total pengeluaran wisatawan.

“Akan tetapi, jika dilihat dari jumlah pengunjung ke Singapura selama tahun lalu, urutan keempat wisatawan terbanyak ke Singapura ditempati Malaysia 1,17 juta, sedangkan Australia dengan 1,08 juta pengunjung berada di posisi kelima,” katanya.

Ditambahkannya, pada aspek penerimaan bidang pariwisata maupun kedatangan jumlah pengunjung Singapura untuk 2017, mencapai rekor tertinggi untuk kedua kalinya dalam dua tahun berturutan. Penerimaan bidang pariwisata Singapura diperkirakan naik 3,9% menjadi US$26,8 miliar Singapura atau sekitar US$20,21 miliar pada 2017. Angka tersebut dapat tercapai terutama karena pertumbuhan pengunjung ke 10 pasar teratas, di mana jumlah pengunjung yang lebih tinggi berbelanja berasal dari China, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan Inggris. [traveltextonline.com]