Ternyata Erupsi Gunung Agung Luluhkan Omzet Hotel di Bali

PERISTIWA erupsi gunung Agung terhadap industri pariwisata di Bali memang tak diperkirakan sebelumnya. Hal ini pun dianggap sebagai peristiwa alam yang tak disangka beberapa pihak, termasuk pebisnis hotel dan maskapai penerbangan.

Menurut Haryo Sugih Arso, Direktur Tirta Ayu Hotel mengatakan dengan kejadian erupsi Gunung Agung, pihaknya menganggap bahwa ini adalah proses alam yang tidak dapat dihindari. Hingga saat ini pun, pihak dari manajemen Tirta Ayu Hotel belum mengungsi meski jaraknya 13 kilometer dari gunung Agung.

“Namun, semenjak meningkatnya tingkat erupsi gunung Agung dari fase freatik ke magmatik pada 25/11 lalu, bahwa omzet yang diperoleh Tirta Ayu menurun drastis. Tamu cancel karena area hotel kena abu. Omzet juga tidak ada semenjak kemarin.  Hampir 90% omzet tidak diperoleh oleh pihak Tirta Ayu Hotel. Sebelumnya, saya katakana ada lima kamar yang terisi sebelum erupsi Gunung Agung,” ujarnya.

Dikatakan, uang tidak dikembalikan karena pas waktu tamunya ingin check out. Hanya saja, semua tamu yang datang langsung cancel pesanan kamar. Dengan kejadian ini, saya pun akan menunggu proses erupsi Gunung Agung sampai zona tidak berbahaya.

Sementara Chairman Bali Hotel Association (BHA), Ricky Putra menjelaskan bahwa sebanyak 160 hotel yang termasuk member BHA mengikuti aturan yang ditetapkan. Yaitu, dengan peristiwa erupsi Gunung Agung hari ini, para tamu diberikan complementary atau keringanan berupa menginap gratis di hotel masing-masing tamu menginap ditambah free dinner.

"Namun ini tergantung dari paket hotel yang diambil tamu di tiap hotel. Kejadian ini memang sesuatu yang tak bisa dihindari karena kejadian ini faktor alam diluar kehendak manusia. Sehingga para pebisnis hotel tidak bisa mengklaim bahwa ini merugikan bisnis. Justru kami melihat secara positif dan optimis bahwa suatu hari pariwisata Bali akan membaik dan bisnis hotel akan kembali berjaya," kata Ricky.

Ditambahkannya, namuns aya pun tak dapat menjelaskan efek kerugian yang diperoleh para pebisnis hotel di Bali. Sebelum diberitahukan status Gunung Agung menjadi awas, pihak Asosiasi Hotel Bali sudah melakukan pelayanan terbaik dengan memberikan informasi secara periodik mengenai kondisi gunung Agung. Hingga berita bandara akan ditutup, para tamu sudah tahu dan ditangani dengan baik.

"Ke depannya, kami masih akan berpikir positif dan menunggu dari kejadian erupsi Gunung Agung. Sembari memberi himbauan dan melayani tamu agar nyaman di Bali," ungkapnya. [kontan.co.id/photo special]