Retribusi Pariwisata Kulon Progo Bisa Tembus Rp2,15 Miliar

DINAS Pariwisata Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mencapai target retribusi objek wisata Rp2,159 miliar atau 62,18% dari target Rp3,472 miliar pada 2017.

Menurut Bendahara Penerimaan Retribusi Objek Wisata Dinas Pariwisata Kulon Progo Ruri Atmini Retno, mengatakan kami masih memiliki tugas untuk mencapai target retribusi sebesar Rp1,313 miliar dalam waktu enam bulan ke depan.

“Beban capaian tersebut sangat berat, mengingat objek wisata andalan seperti Glagah dan Congot masuk kawasan pembangunan bandara. Adapun target PAD sektor pariwisata Rp3,472 miliar perlu ditinjau ulang, karena Pantai Glagah dan Congot tidak bisa diandalkan sebagai objek wisata,” ujarnya.

Dikatakan, di Kulon Progo ada tujuh objek wisata beretribusi yakni Pantai Trisik, Pantai Congot, Pantai Glagah, Waduk Sermo, Gua Kiskendo, Puncak Suroloyo, dan Kebun Teh Nglinggo-Tritis. Capaian pendapatan objek wisata yakni Pantai Glagah Rp1,174 miliar, Pantai Trisik Rp39,855 juta, Pantai Congot Rp269,975 juta, Waduk Sermo Rp470 juta, Gua Kiskendo Rp42,580 juta, Puncak Suroloyo Rp51,035 juta, Kebun Teh Ngliggo Rp76,824 juta, dan Kebun Teh Tritis Rp3,360 juta.

“Dilihat dari tren pendapatan retribusi, objek wisata yang signifikat mengalami peningkatan yakni Waduk Sermo yang terkatrol oleh Kalibiru, dan masyarakat kawasan Sermo mulai mengembangkan titik-titik foto yang diminati wisatawan,” katanya.

Ditambahkannya, selanjutnya, Kebun Teh Nglinggo, meski baru masuk sebagai objek wisata kurang dari satu tahun sudah mencapai pendapatan Rp76,824 juta. Hal ini sangat luar biasa. Tingginya pendapatan retribusi, tidak terlepas dari peran serta pelaku wisata dan masyarakat di kawasan objek wisata. [antaranews/photo special]