Memang, Biro Wisata Getol Tawarkan Paket ke Luar Negeri

DILIHAT jelang akhir tahun kemarin, para pelaku bisnis biro wisata kian getol menjaring wisatawan lokal yang ingin ke luar negeri alias outbound. Salah satu perusahaan yang melakukan upaya ini adalah Panorama Group.

Menurut AB Sadewa, VP Brand and Communication Panorama Group mengatakan bahwa meningkatnya wisatawan lokal outbound karena beberapa faktor. Di antaranya naiknya kelas menengah di Indonesia sehingga kegiatan travelling bukanlah gaya hidup biasa melainkan kebutuhan masyarakat.

“Dan kebutuhan tersebut terbayarkan karena pendapatan masyarakat kelas menengah yang mencukupi. Juga beberapa mata uang di negara tujuan mengalami pelemahan jadi harga paket lebih murah. Sampai dengan November 2017 ini, total pembelian outbound di Panorama Tour mencapai 300.000 pax. Capaian ini pun meningkat dari tahun yang sebelumnya,” ujar Sadewa.

Dikatakan, tak dipungkiri, minat orang Indonesia untuk berplesiran ke luar negeri memang masih tinggi. Destinasi pilihan yang menjadi tujuan melancong menurut Sadewa adalah Korea, Jepang, dan Eropa. Namun, beberapa destinasi lain seperti Eropa Timur, Mediterania, dan Afrika Selatan juga diminati kini. Tahun 2018 nanti, destinasi outbound dirasa tidak berubah, dan sangat tergantung pilihan dari konsumen yang memiliki dan melihat informasi negara tujuan wisatanya.

“Diakui bahwa kontribusi outbound terhadap PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) hingga kuartal ketiga 2017 capai 80%. Tetapi kontribusi inbound pun tak lepas berpengaruh pada pendapatan yang diperoleh persero. Sebab, Panorama Tour memfasilitasi wisatawan lokal yang ke dalam ataupun luar negeri,” katanya.

Di samping Panorama Tour yang meraup untung dari paket outbound, perusahaan lain, PT smailing tour and Travel juga mengaku bahwa porsi outbound lebih besar dari inbound.

“Secara grup, kontribusi outbound lebih besar, yaitu 70% dan 30% inbound,” ungkap Putu Ayu Aristyadewi, Vice President Marketing and Communication smailing tour and Travel.

Menurut Putu, destinasi pilihan konsumen untuk ke luar negeri pun masih Jepang. Negara ini dipilih karena unik, dekat dan banyak promo yang bisa dinikmati oleh pelancong. Rencananya, tahun depan Smailing tour akan gencar mempromosikan negara-negara Asia barat seperti Korea, Hong Kong, China, disusul Eropa dan Australia.

“Saya meyakini bahwa bisnis biro wisata baik outbound maupun inbound akan tetap berkembang dan bagus. Apalagi kalangan korporasi yang masih membutuhkan dukungan agen travel untuk layangan travelling. Oleh sebab itu, Smailing tour menyiapkan strategi liburan kreatif dan inovatif bagi para pelancong. Serta paket tur sesuai perkembangan pasar,” katanya

Ditambahkannya, hingga akhir tahun 2017, pertumbuhan bisnis Smailing Tour meningkat 20% dibanding tahun lalu. Pertumbuhan bisnis meningkat 20% khususnya MICE dan penjualan tiket. Paket tur pun meningkat dari tahun lalu,” pungkasnya.

Satu lagi perusahaan yang getol memaksimalkan pasar outbound, yakni Bayu Buana. Saat ini sekitar 30% kontribusi bisnis paket wisata Bayu Buana dari outbound, dan 10% inbound. Sisanya segmen korporasi.

Destinasi outbound yang menjadi pilihan pelancong yaitu Eropa, Jepang, dan Korea Selatan. Sayang, untuk kontribusi outbound ke persero, Agustinus Pakeseko, Direktur Utama PT Bayu Buana tak menyebutkan. [kontan.co.id/photo traveltext]