Kemenpar Paparkan Wonderful Indonesia Go Digital di Watimpres

KEMENTERIAN Pariwisata (Kemenpar) lewat Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memaparkan program Wonderful Indonesia Go Digital dalam diskusi bertajuk Perkembangan Teknologi Digital di Indonesia yang berlangsung di Kantor Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Jakarta.

Menurut Menpar Arief Yahya mengatakan diskusi tersebut diadakan untuk mendapatkan informasi yang berkaitan dengan perkembangan teknologi digital terbaru yang ada di Indonesia dari alternatif kebijakan yang harus diambil untuk mengantisipasi dampak dan tantangan secara keseluruhan termasuk di sektor perekonomian Indonesia.

“Dengan materi berjudul Wonderful Indonesia Go Digital, kita menitikberatkan diskusi pada peran pemerintah untuk fleksibel terhadap tuntutan jaman. Kehadiran dunia digital menentukan deregulasi agar pemerintah menyesuaikan perkembangan zaman,” ujarnya.

Dalam diskusi yang dipimpin Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Sri Adiningsih dan dihadiri Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)  Triawan Munaf, Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng, dan Anggota Wantimpres Suharso Monoarfa, Menpar Arief Yahya  menjelaskan bahwa seiring dengan perubahan konsumen yang makin digital dan hyper-connected  kini muncul tren sharing economy di sektor pariwisata. Model bisnis berbagi ini merupakan cara baru yang dilakukan oleh generasi baru Milenial untuk melakukan bisnis dengan cara yang lebih efisien yaitu saling berbagi dalam memanfaatkan aset atau resources. 

“Jika dahulu dalam pendekatan owning economy harus menguasai; membeli aset, memerlukan capital expenditure, dan banyak idle capacity sekarang ini dengan sharing economy tanpa harus melakukan hal tersebut akan lebih banyak memanfaatkan semaksimal mungkin idle capacity atau lebih super-efisien,” kata Arief Yahya.  

Dikatakan, dengan menerapkan sharing economy kini bermunculan perusahaan-perusahaan digital yang mampu secara revolusioner mengubah lanskap industri pariwisata. Misalnya, perusahaan AirBnB yang sama sekali tidak memiliki hotel kini bisa menjadi perusahaan pemesanan kamar terbesar di dunia, demikian  halnya perusahaan Uber yang tidak memiliki armada taksi bisa menjadi perusahaan pemesanan taksi terbesar di dunia.

AirBnB yang didirikan tahun 2007 bermula dari gagasan menyewakan kamar yang kosong, kata Arief Yahya,  kini valuasi perusahaan ini sebesar US$1.3 miliar di tahun 2012 dengan 2 juta transaksi kemudian  meningkat menjadi US$30 miliar di tahun 2016 dengan lebih dari 36 juta transaksi dan angka fantastis ini melebihi capaian jaringan hotel konvensional seperti Hilton atau Hyatt.

“Begitu pula Grab dan Gojek telah memiliki kapitalisasi pasar lebih besar yaitu masing-masing Rp20 triliun dan Rp38 triliun mengalahkan Blue Bird dan Garuda Indonesia yang memiliki kapitalisasi pasar masing-masing Rp9,8 triliun dan Rp12,3 triliun. Hal ini juga terjadi pada online travel agent seperti Traveloka bisa bernilai sekitar Rp15 Triliun mengalah perusahaan travel agent besar di Indonesia yang memiliki kapitalisasi kurang dari Rp1 triliun,” ungkap Arief Yahya.

Ditambahkannya, melihat tren dunia tersebut, maka jelas industri pariwisata nasional harus mengambil peluang dari munculnya sharing economy untuk menyatukan dan mengkolaborasikan seluruh elemen Pentaheliks (akademisi, pelaku bisnis, komunitas, pemerintah, dan media ) dalam payung Indonesia Incorporated.

“Untuk itulah Kemenpar sejak tahun lalu berinisiatif mengembangkan Indonesia Travel Exchange (ITX) sebagai platform online travel agent (OTA) B to B yang dapat digunakan oleh setiap pelaku industri atau komunitas untuk menempatkan inventori yang dimiliki dan kemudian dapat digunakan untuk menawarkan paket-paket wisata kepada para travellers di seluruh dunia,” jelas Arief Yahya.

Dalam platform sharing atau platform market place tersebut pelaku industri pariwisata atau komunitas sebagai pemasok dapat menginformasikan apa yang dimiliki dan dapat digunakan, dan traveller dapat melakukan look-book-pay secara mudah, murah, dan cepat. Menpar memberi contoh: Trip Advisor dan Ctrip.com adalah contoh platform look. Booking.com dan Traveloka.com adalah contoh platform book, sedangkan Alipay dan Paypal adalah contoh platform pay. [photo special]