AP II Buka Investasi Senilai Rp11 Triliun ke Swasta

PT Angkasa Pura II (Persero) menawarkan paket investasi untuk pengembangan Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara. Kedua paket investasi yang ditawarkan kepada pihak swasta ini senilai Rp11 triliun.

Menurut Manager Public Relations PT Angkasa Pura II, Yado Yarismano mengatakan paket investasi ini ditawarkan oleh PT Angkasa Pura II kepada sektor swasta melalui ajang The 4th Asia-Europe Meeting Transport - Transport Minister Meeting (ASEM-TMM) yang dilaksanakan di Bali belum lama ini.

“Terkait paket investasi ini masih dalam proses. Untuk ASEM minggu lalu, ada kemungkinan ketertarikan investor China dan Korea Selatan. Terkait paket investasi ini, ada dua paket yang ditawarkan, yaitu paket I senilai Rp7 triliun dan paket II senilai Rp4 triliun. Paket I merupakan bagian dari tahapan pengembangan bandara dari keseluruhan 3 tahap pengembangan yang direncanakan, dengan target dapat dimulai pada 2018,” ujarnya.

Dikatakan, sedangkan untuk paket II, dengan nilai Rp4 triliun ini nantinya untuk pengelolaan lahan sekitar 200 hektar untuk pengembangan area komersial yang berada di luar terminal penumpang dengan konsep airport city yang mana akan terdapat hotel bintang 3, 4, dan 5. Selain itu terdapat hypermarket, gedung perkantoran, theme park, rumah sakit, dan sebagainya.

“Meskipun ada kemungkinan ketertarikan dari investor China dan Korea Selatan, untuk paket yang nantinya akan diambil oleh investor-investor ini masih belum ditentukan. Belum secara detail. Bandara Internasional Kulanamu merupakan bandara terbesar kedua setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dikelola oleh Angkasa Pura II. Setiap tahunnya pergerakan penumpang pada Bandara Kualanamu terus meningkat,” katanya.

Ditambahkannya, saat ini sekitar 9 juta penumpang per tahun pergerakan penumpang pada Bandara Kualanamu. Angkasa Pura II sendiri memiliki rencana pengembangan pada 2027 supaya terminal penumpang mampu berkapasitas hingga 42 juta penumpang. [kontan.co.id/photo special]