Bandara Kulon Progo Diprioritaskan untuk Penerbangan Internasional

PT Angkasa Pura I berencana memprioritaskan penerbangan internasional dengan pesawat besar pada awal pengoperasian Bandara Internasional Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, April 2019.

Menurut Direktur Utama PT Angkasa Pura (AP) I (Persero) Faik Fahmi di Bandara Adisujipto, Yogyakarta mengatakan kami merencanakan pengoperasian awal (Bandara Kulon Progo) memprioritaskan untuk penerbangan internasional. Penerbangan internasional dengan pesawat-pesawat berbadan besar dari luar negeri langsung menuju Yogyakarta sangat dimungkinkan mengingat landasan pacu (run way) yang dibangun di Bandara Kulon Progo memiliki panjang 3.250 meter dengan lebar 60 meter.

“Penerbangan internasional langsung ke Yogyakarta, kata dia, akan berdampak cukup signifikan terhadap pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara di Yogyakarta. Di samping itu, juga akan berdampak positif terhadap kargo produk-produk ekspor asal Yogyakarta maupun Jawa Tengah,” ujarnya.

Dikatakan, selama ini kan kargo selalu lewat Bandara Soekarno-Hatta atau Denpasar, Bali. Nanti pengiriman dari Yogyakarta dan Semarang bisa langsung melalui Kulon Progo sehingga akan berkontribusi mendorong daya saing ekspor kita.

“Meskipun pada April 2019 pembangunan Bandara Kulon Progo diperkirakan belum mencapai 100%, saya menargetkan landasan pacu dengan panjang 3.250 meter sudah bisa diselesaikan dengan progres pembangunan apron mencapai 50%, serta terminal 35 hingga 40%,” katanya.

Ditambahkannya, kalau saat ini (pembangunan Bandara Kulon Progo) sudah masuk ke tahap konstruksi. Hingga saat ini AP I telah melakukan penawaran penerbangan kepada sejumlah maskapai domestik maupun internasional di bandara tersebut dan hasilnya cukup banyak yang berminat.

"Garuda Indonesia tertarik, airline asing juga tertarik karena sebenarnya dari dulu memang banyak permintaan penambahan rute internasional ke Yogyakarta cuma masalahnya keterbatasan kapasitas di Bandara Adisutjipto," ungkap Faik. [antaranews/photo special]