Datangkan Widebody, Sriwijaya Air Cari Dana dari Investor

MASKAPAI penerbangan, Sriwijaya Air akan mendatangkan dua pesawat berbadan lebar pada akhir 2017 ini dengan menggandeng investor guna menggarap pasar penerbangan umrah.

Menurut Direktur Komersial Sriwijaya Air Grup Toto Nursatyo mengatakan Sriwijaya Air sedang melakukan penjajakan dengan para investor. Namun, hingga saat ini, hasil dari penjajakan tersebut masih belum final.

“Rencana [mendatangkan pesawat berbadan lebar] tahun ini masih jalan. Namun, sampai saat ini, memang belum final. Yang pasti, pengadaan pesawat bukan dari kami, namun dari calon investor itu. Adapun skema mendatangkan pesawat berbadan lebar (widebody) dengan cara menggandeng mitra strategis merupakan hal yang baru. Namun, saya meyakini banyak investor yang tertarik dengan skema kerjasama tersebut,” ujarnya.

Dikatakan, apalagi, pangsa pasar penerbangan umrah dari Indonesia selama ini terus meningkat. Bahkan, beberapa maskapai penerbangan asing juga telah ikut menggarap pasar penerbangan umrah tersebut. Apabila dua pesawat widebody itu berhasil didatangkan, kami akan fokus ke penerbangan umrah. Namun, tidak menutup kemungkinan, dua pesawat itu juga diarahkan ke destinasi potensial lainnya, seperti China.

“Dari skema kerja sama tersebut, Sriwijaya Air akan bertugas menyiapkan seluruh sarana pendukungnya diantaranya seperti penyediaan pilot dan kru kabin. Kebutuhan pilot untuk dua pesawat widebody mencapai 24 orang,” katanya.

Ditambahkannya, skema yang ditawarkan Sriwijaya Air dalam mendatangkan pesawat berbadan lebar tersebut juga bertujuan untuk menjaga kinerja keuangan perusahaan tetap sehat. Para pemegang saham kami memang konservatif. Namun, karena hal itu juga, Sriwijaya Air menjadi satu-satunya maskapai yang tidak mempunyai utang modal kerja di bank, khususnya dalam mengembangkan usahanya.

Dijelaskannya kembali, untuk pengembangan bisnis, Sriwijaya Air berencana melakukan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) pada kuartal IV tahun ini. Saat ini, maskapai masih melakukan proses persiapan IPO tersebut. Saya optimistis saham perdana Sriwijaya Air akan diserap pasar mengingat laporan keuangan maskapai dalam tiga tahun terakhir ini cukup positif. Bahkan, beberapa maskapai asing juga tertarik untuk memiliki saham Sriwijaya Air. [photo special]