Batik Air Ekspansi Rute Penerbangan Baru ke Destinasi Wisata

MASKAPAI penerbangan Batik Air akan terus melakukan ekspansi dengan membuka akses ke destinasi wisata terutama yang masuk dalam program pemerintah yaitu 10 destinasi Bali baru. Setelah resmi menerbangi Silangit pada 1 Desember 2017 lalu, maskapai dalam naungan Lion Air Group ini akan membuka rute baru di wilayah timur Indonesia.

Menurut Presiden Direktur Lion Air Group Edward Sirait mengatakan Batik Air akan membuka rute baru ke Labuan Bajo dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada 15 Desember 2017 mendatang. Pembukaan rute tersebut ditujukan untuk mendukung pengembangan pariwisata. Kami masuk ke sana karena potensi wisata Labuan Bajo itu besar. Kami akan terbang ke sana direct(langsung) dari Soekarno Hatta.

“Rute penerbangan Jakarta-Labuan Bajo tersebut nantinya akan diterbangi dengan frekuensi satu kali dalam sehari dan akan dilayani dengan pesawat narrow body seperti Boeing 737-800 atau Airbus 320.

Selain dari Pariwisata, Batik Air juga menyasar pasar Bisnis di rute tersebut. Oleh karena itu, perusahaan optimistis tingkat keterisian pesawat atau load factor untuk rute itu nantinya bisa mencapai 80%,” ujarnya.

Dikatakan, sementara untuk tahun depan, saya tidak menyebutkan wilayah baru mana lagi yang akan disambangi Batik Air. Hanya yang pasti, maskapai akan mendatangkan empat pesawat baru di 2018 guna mendukung ekspansinya.

"Tahun depan kami akan tambah 4 pesawat Batik Air. Tetapi secara group lebih banyak lagi karena Wings Air akan tambah dua pesawat dengan jenis Air Bus. Kalau Boeing 738 Max 8 ada delapan akan ditambah tapi belum tentu untuk penerbangan di Indonesia," jelas Edward.

Ditambahkannya, sementara dari Silangit yang baru di buka pada Jumat lalu, Batik Air melihat potensi pasarnya juga sangat besar. Load factor di rute anyar tersebut ditargetkan bisa mencapai 80%. Pasar rute Jakarta Silangit sangat lengkap sehingga perusahaan optimistis rute anyar tersebut akan lengkap. Ada tiga pangsa pasar yang bisa disasar yaitu pasar pariwisata, bisnis dan perjalanan keluarga.

"Untuk rute ini sekitar 40% kami targetkan dari pasar perjalanan keluarga, 30% untuk perjalanan bisnis dan 30% sisanya dari pariwisata. Batik Air membidik pasar pariwisata sejalan dengan program pemerintah mengembangkan Danau Toba sebagai destinasi wisata yang menjadi bagian dari 10 Bali Baru. Dari sisi bisnis juga menarik karena banyak kota dan kabupaten di Sumatera Utara yan lebih dekat diakses dari Bandara Silangit dibandingkan Bandara Kualanamu,” katanya.

Dijelaskannya kembali, potensi pasar dari perjalanan keluarga juga besar. Budaya masyarakat Sumatera utara terutama suku batak memiliki budaya yang unik. Setiap kali acara adat di kampung maka seluruh keluarga yang ada diperantauan harus pulang. Budaya orang Batak seperti itu. Kalau kita yang di perantauan tidak datang kalau ada acara adat bisa jadi omongan orang. Makanya pasar keluarga ini cukup besar untuk penerbangan.

“Penerbangan menuju Silangit akan dilayani Batik Airdari Cengkareng melalui Bandara Soekarno-Hatta dengan jadwal satu kali penerbangan dengan menggunakan pesawat tipe Airbus A320-200 CEO yang dapat mengangkut 12 pelanggan kelas bisnis dan 144 penumpang kelas ekonomi. Sejalan dengan pengembangan pariwisata Danau Toba, Lion Air Group melihat potensi pengembangan rute Internasional di Bandara Silangit sangat bagus. Oleh karena itu, pihak kami berencana untuk menjajaki pembukaan rute dari sana ke beberapa negara di Asia Selatan,” tambahnya.

Diungkapkannya, Silangit ini dekat ke China, Banglades, India, India juga dekat. Jadi kita mau pelajari dulu pasar seperti apa yang cocok dibawa karena memang tidak bisa asal buka rute. Karakter wisatanya perlu dipertimbangkan, karena tidak bisa orang yang terbiasa ke pegunungan dibawa ke destinasi wisata pegunungan. Kita harus mencontoh di Menado dengan mengincar wisatawan China daratan. [photo special]