60 Rute Baru Penerbangan Membidik Wisatawan Potensial

SEBANYAK 49 rute baru penerbangan domestik dan 11 internasional telah dibuka untuk memperluas konektivitas dan memberikan akses tinggi wisatawan ke seluruh destinasi di Indonesia.

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan pengembangan rute penerbangan domestik dan internasional tersebut diharapkan kian meningkatkan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah, menaikkan devisa, dan menyejahterakan masyarakat.

“Pembukaan rute baru ini juga merupakan komitmen bersama Kemenhub bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan yakni maskapai, bandara, Airnav, dan seluruh pendukungnya. Pengembangan rute ke depan akan diproyeksikan untuk menyentuh seluruh bandara ynag tersebar di seluruh Tanah Air yang jumlahnya sekitar 700 buah,” ujarnya.

Dikatakan, yang telah dikelola manajemennya hingga kini sekitar 300 bandara dan 400 lainnya merupakan bandara perintis dan bandara khusus. Pesan Presiden Jokowi agar konektivitas selalu dijaga dan dikembangkan, sehingga bisa menjangkau seluruh destinasi termasuk wilayah pedalaman dan terpencil.

“Untuk membuka konektivitas internasional diperlukan infrastruktur memadai, pesawat,  maskapai, dan bandara yang berkualitas serta kesiapan destinasi. Selain itu langkah yang harus dicapai adalah pengakuan mutu antara otoritas penerbangan Indonesia dan otoritas di negara tujuan, kemudian persyaratan keamanan dan kualitas layanan,” katanya.

Ditambahkannya, dengan pembukaan 11 rute baru internasional, lanjut Agus, berarti membuktikan segala persyaratan telah diakui negara lain sehingga bersedia membuka penerbangan langsung maupun transit.

Sementara Staf Khusus Menteri Bidang Infrastruktur Pariwisata, Kementerian Pariwisata Judi Rifajantoro mengatakan pembukaan rute baru sangat membantu pencapaian target kunjungan wisatawan manca negara. Hingga Juli 2017 pertumbuhan kunjungan wisatawan asing telah mencapai 24% dari target 25% yakni 12 juta wisman dari 15 juta yang ditargetkan.

“Saya mengapresiasi maskapai berbiaya murah AirAsia yang jeli melihat pasar dan menggarap wisatawan India dengan membuka rute baru Bali-Kolkata mulai Senin (2/10). India merupakan pasar potensial wisatawan dengan pertumbuhan 27% di bawah kunjungan China yang mencatat pertumbuhan 45%. Mudah-mudahan rute baru ini membantu pencapain target kunjungan wisman ke Indonesia tahun ini,” ungkapnya.

CEO Grup AirAsia di Indonesia Dendy Kurniawan mengatakan penerbangan Bali-Kolkata merupakan rute kedua ke India setelah Mei lalu maskapai ini membuka trip Bali-Mumbai. Perjalanan Kolkata-Bali yang ditempuh 7,5 jam masih transit di Kuala Lumpur, Malaysia, tapi ke depan jika telah memungkinkan akan dilakukan penerbangan langsung.

“Rute Bali-Kolkata yang menggunakan pesawat Airbus A320-200 ditargetkan mampu mencapai tingkat isian kursi lebih dari 85%. Dalam penerbangan perdana Bali-Kolkata (Minggu, 1/10) pesawat dengan kapasitas 180 kursi itu terisi 136 atau 76%, sedangkan penerbangan Kolkata-Bali (Senin (2/10) load factor mencapai 70%,” katanya.

Dijelaskannya kembali, saat ini wisatawan India telah menggeser posisi Jepang dalam jumlah kunjungan ke Bali. Dulu, kunjungan terbanyak ke Bali didominasi Australia kemudian disusul Jepang. Kini pertama wisatawan China, kedua Australia, dan ketiga India. Kita akan rencanakan untuk membuka rute ke kota lain ke India. [antaranews/photo special]